REVIEW MATERI 5

 

Nama : El Haanim Nur Diny

NIM  : B71219062

Kelas : A2

Materi 5 (Dakwah Dalam kajian Pola Komunikasi Lintas Budaya)

MEMBANGUN SIKAP TOLERAN DALAM BERDAKWAH

Berdakwah merupakan menyeru pesan-pesan Islam yang disampaikan seseorang atau kelompok kepada individu ataupun masyarakat. Bedakwah bukan hanya dilakukan untuk orang islam saja, tetapi berdakwah juga harus disemua golongan. Maka dari itu berdakwah harus membangun sikap toleransi terhadap seseorang ataupun masyarakat tertentu yang berbeda latar belakang. Lantas bagaimana cara kita agar dalam berdakwah kita tidak menyinggung perasaan dan toleransi terhadap golongan yang berbeda latar belakang, mengaitkan dengan metode dakwah Qur’an Surat An-Nahl ayat 125 yang berbunyi :

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”

Dalam ayat tersebut mengandung metode dakwah yang seharusnya bisa di gunakan para pendakwah dalam berdakwah di umat islam ataupun golongan yang berbeda latar belakang. Menurut M. Quraish Shihab dalam tafsir al mishbah yakni sementara ulama memahami bahwa ayat ini menjelaskan tiga macam metode dakwah yang harus disesuaikan dengan sasaran dakwah. Terhadap cendikiawan yang memiliki intelektual tinggi diperintahkan menyampaikan dakwah dengan hikmah, yakni berdialog dengan kata-kata bijak sesuai dengan tingkat kepandaian mereka. Terhadap kaum awam diperintahkan untuk menerapkan mau’izhah, yakni memberikan nasihat dan perumpamaan yang menyentuh jiwa sesuai dengan taraf pengetahuan mereka yang sederhana. Sedang terhadap Ahlu alkitab dan penganut agama-agama lain yang di perintahkan menggunakan jidal ahsan/ perdebatan dengan cara yang terbaik, yaitu dengan logika dan retorika yang halus, lepas dari kekerasan dan umpatan.

Demikianlah cara kita agar dalam berdakwah kita tidak menyinggung perasaan dan toleransi terhadap golongan yang berbeda latar belakang, dengan tetap memperhatikan bagaimana sasaran dakwah kita dari segi psikologis, profesi, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya. Agar nantinya kegiatan berdakwah dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran tanpa menyinggung perasaan dan membangun sikap toleransi yang tinggi.

Komentar

Posting Komentar