Review Materi 7
Nama : El Haanim Nur Diny
NIM : B71219062
Kelas : A2
Materi 7 (Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal dalam Ilmu
ad-Dakwah)
Manusia adalah makhluk yang berkomunikasi.
Komunikasi menjadikan sadar pemaknaan dalam hubungan manusia. Melalui
komunikasi pula manusia memanusiakan manusia lainnya, oleh karena itu pada
intinya komunikasi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia.
Dalam proses komunikasi, ada yang dinamakan
dengan komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Lambang verbal adalah
bahasa yang kerap kali digunakan, karena bahasa yang digunakan mampu
menyampaikan isi pikiran komunikator. Sedangkan lambang nonverbal yakni lambang
yang digunakan melalui isyarat dengan menggunakan bahasa tubuh antara lain:
mata, kepala, tangan, bibir dan lain sebagainya.
a. Komunikasi Verbal
Komunikasi
verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik dalam bentuk
percakapan maupun tulisan. Komunikasi ini dipakai dalam hubungan antar manusia.
Melalui kata-kata, mereka menggunakan perasaan, emosi, gagasan. Dalam
komunikasi verbal ini bahasa menjadi pokok yang penting. Karena dengan bahasa
mampu mengetahui apa yang dimaksud. Kusumawati (2019). Oleh karena ini,
komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan secara lisan, tulisan
berupa ucapan (bahasa). Dalam komunikasi verbal bahasa memegang peranan
penting. Hampir semua rangsangan bicara yang disadari termasuk kedalam
komunikasi verbal disengaja, yaitu usaha yang dilakukan secara sadar untuk
berhubungan dengan orang lain secara lisan (Kurniawati, 2014: 27)
b. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi
nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk tanpa kata-kata.
Dalam kehidupan komunikasi non verbal lebih banyak digunakan hampir secara
otomatis komunikasi non verbal ini digunakan. Komunikasi nonverbal, lebih
bersifat jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena bersifat spontan.
Komunikasi nonverbal diartikan sebagai tindakan manusia yang secara sengaja
dikirimkan seperti tujuannya dan memiliki potensi akan adanya umpan balik
(feedback) dari penerimanya. Bentuk dari komunikasi nonverbal di antaranya: a.
Sentuhan, sentuhan dapat termasuk: bersalaman, mengenggam, tangan, mengelus-elus,
pukulan, dan lainnya b. Gerakan tubuh, gerakan tubuh meliputi kontak mata,
ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. c. Vokalik, adalah unsur nonverbal
dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Contohnya, nada bicara, nada suara,
keras atau lemah lembut, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan
lainnya. d. Kronemik, adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu. Meliputi
durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang
dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
Dalam Komunikasi lintas budaya akan lebih
dapat dipahami sebagai perbedaan budaya dalam mempersepsi objek-objek sosial
dan kejadian-kejadian. Suatu prinsip penting dalam pendapat ini adalah bahwa
masalah-masalah kecil dalam komunikasi sering diperumit perbedaan-perbedaan
persepsi ini. Untuk memahami dunia dan tindakan-tindakan orang lain, kita harus
memahami kerangka persepsinya. Kita harus belajar memahami kerangka
persepsinya. Kita harus belajar memahami bagaimana mempersepsi dunia. Dalam
komunikasi lintas budaya yang ideal kita akan mengharapkan banyak persamaan
dalam pengalaman kita kepada pengalamanpengalaman yang tidak sama, dan oleh
karenanya, membawa kita kepada persepsi yang berbeda-beda atau dunia eksternal
(Mulyana, 2014). Budaya sangat berpengaruh terhadap orang yang berkomunikasi.
Budaya bertanggung jawab atas seluruh perbendaharaan perilaku komunikasi.
Sebagaimana Liliweri (2009: 12) mengatakan komunikasi lintas budaya sebagai
interaksi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang
memiliki latar belakang kebudayaan yang memiliki latar belakang kebudayaan yang
berbeda. Komunikasi lintas budaya terjadi apabila produsen pesan adalah anggota
suatu budaya dan penerima pesannya adalah anggota suatu budaya lainnya. Dalam
hal ini, budaya dalam komunikasi lintas budaya tidak hanya terbatas pada adat
istiadat, tari-tarian ataupun hasil kesenian lainnya. Budaya dalam komunikasi
lintas budaya adalah yang mewujud pada aspek material kebudayaan atau
kebudayaan dalam bentuk kaidah-kaidah dan nilai-nilai kemasyarakatan untuk
mengatur hubungan yang lebih luas termasuk agama, ideologi, kesenian dan semua
unsur yang merupakan ekspresi jiwa manusia (Liliweri, 2014: 12).
Aktivitas komunikasi verbal dalam berdakwah
dilakukan dengan sebagai berikut, yakni:
1. Pengajian ,
Pengajian adalah penyelenggaraan atau kegiatan belajar
agama Islam yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat yang dibimbing atau diberikan oleh seorang guru ngaji (da'i)
terhadap beberapa orang. Di samping itu pengajian juga merupakan unsur pokok dalam syi'ar dan
pengembangan agama Islam.
2. Pembelajaran fiqih
Pembelajaran fiqih adalah sebuah proses belajar untuk
membekali masyarakat agar dapat mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum islam
secara terperinci dan menyeluruh, baik berupa dalil aqli atau naqli.
3. Pembinaan ketrampilan
Pembinaan ketrampilan seperti muhadhoroh, Muhadhoroh adalah kegiatan rutinitas yang sering dilakukan santri pada
hari-hari tertentu,Muhadhoroh lebih cenderung seperti pidato menggunakan
bahasa,seperti bahasa arab,bahasa indonesia,bahasa inggris.
Adapun kelebihan muhadhoroh : 1.belajar lebih berani untuk berdiri di
depan umum, 2.melatih mental dan kelancaran berbicara saat di depan umum, 3.melatih
kemampuan diri, 4.melatih bahasa yang digunakan saat muhadhoroh
Selain itu,ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti penampilan
saat muhadhoroh harus rapih dan bersih.masih banyak lagi kelebihan nya. Jadi,muhadhoroh
itu penting untuk melatih kemampuan diri dan bahasa kita.
4. Memperingati hari-hari
besar
Memperingati hari-hari besar
merupakan salah satu
perwujudan komitmen keimanan untuk mengenang kembali sejarah-sejarah islam.
Referensi :
http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/9849/1/SKRIPSI%20LINA%20SOFIA.pdf
https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/27052/1/DARWIS%20FITRA%20MAKMUR-FDK.pdf
Komentar
Posting Komentar